Persaingan Jadi Tidak Kompetitif Akibat Hadirnya Ponsel BM Yang Semakin Marak



Ponsel Ilegal atau yang biasa kita kenal dengan nama Black Market hingga saat ini sangat menjamur di sejumlah Online shop yang beroperasi di Tanah Air. Barang ilegal yang kami maksud adalah yang belum mengantongi surat izin jual/operasi dari Ditjen SDPPI (Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika) Kemkominfo.

Contohnya saja salah satu produk smartphone yang sudah memenuhi kedua aturan tersebut, Lenovo, mengklaim bahwa mereka sangat dirugikan dengan maraknya peredaran barang ilegal tsb.

"Untuk kami produk Ilegal sangat merugikan kami karena mereka bisa masuk semaunya tanpa harus berurusan dengan proses sertifikasi postel dan juga pajak," ujar Mobile Business Group 4P Manager Lenovo Indonesia, Anvid Erdian, kepada Marcoberita , Jumat (18/11/2016).

Tidak sampai di situ saja, pria berkacamata ini juga menambahkan bahwa ponsel Black Market yang bisa masuk seenaknya membuat persaingan bisnis jadi terasa kurang adil."Kami telah melakukan investasi, kita merasa itu tidak adil dalam dunia perbisnisan," tambah Anvid.

Sebelumnya, Mobile Business Group Lenovo Indonesia, Adrie R. Suhadi, menilai kehadiran ponsel ilegal menunjukan indikasi persaingan tidak sehat di pasar. Ketika perusahaan asli harus bersusah payah merangkak untuk naik keatas, Para suplier ponsel ilegal tidak perlu mengeluarkan terlalu banyak biaya untuk memasarkan produk mereka.

Sama seperti perusahaan smartphone resmi lainnya, Asus harus mengelontorkan uang dan usaha yang tidak sedikit untuk bisa memasarkan produk-produk mereka. Berbagai layanan pun harus kami tingkatkan guna memberikan tambahan untuk kegiatan pemasaran, seperti pusat servis, purnajual, investasi pabrik, kantor, pemasaran hingga membayar pajak.

Kemkominfo sendiri telah mengambil tindakan tegas soal keberadaan ponsel BM tersebut. Pihaknya telah memberikan teguran kepada Online Shop yang diketahui menjual produk ilegal.

Imbauan ini menyusul surat larangan penjualan ponsel BM yang dikirimkan oleh Kementerian Perdagangan (Kemendag). Ponsel BM yang dimaksud dalam surat itu bahkan merujuk ke produk besutan Apple, iPhone 7 dan iPhone 7 Plus.(macroberita/poker)

BACA JUGA :Cawagub Djarot Pastikan Peningkatan Pelayanan Posyandu di Wilayah DKI Jakarta

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »