Saat Hari Natal Muslim di Sediakan Makanan dan Pakaian Bagi Tunawisma

Natal, juga saat untuk berbagi kasih. Tak hanya bagi pemeluk Kristiani. Seorang warga muslim Inggris, misalnya, meski tak merayakan kelahiran Yesus Kristus, juga tak mau ketinggalan. Ia membuka pintu restorannya lebar-lebar untuk para tunawisma yang ingin merayakan hari besar itu. Boleh makan gratis sepuasnya!

Warga Muslim di inggris mendonasikan tak kurang dari 10 ton makanan dan pakaian untuk para tunawisma selama perayaan Natal tahun ini.

Makanan dan pakaian ini mulai dikumpulkan sejak awal Desember, biasanya setelah salat Jumat di Masjid Raya Inggris Timur (East Inggris Mosque), kata harian sore Evening Standard yang memberitakan bahwa sumbangan ini berasal dari sekitar 7.500 warga Muslim.

"Saya seorang muslim,  tidak merayakan Natal. Tapi aku ingin membantu mereka yang kurang beruntung agar bisa merayakan Natal," ujar Usman Masjid, sang pemilik Restoran

(Mfa Zaman) Zaman membeli makanan yang biasanya dijual sangat murah pada malam Natal. Makanan ini disumbangkan untuk kaum tunawisma di Inggris.

"Daripada dibuang percuma ke pusat-pusat daur ulang, mengapa tak dibeli saja makanan murah ini dan kemudian diberikan kepada poker tunawisma yang sangat membutuhkan?" kata Zaman kepada BBC Indonesia.

"Para tunawsima ini asli kelaparan dan tidak memiliki uang pada Hari Natal karena memang mereka tak bisa membeli makanan," imbuh pria yang juga aktif mempromosikan toleransi agama di Inggris ini.

Jumlah tunawisma di Inggris terus bertambah dalam beberapa tahun terakhir akibat kombinasi tingginya harga sewa rumah dan pemangkasan anggaran di pemerintah kota di sektor penyediaan akomodasi. Data menunjukkan jumlah tuna wisma di Inggris dalam dua tahun ini naik 30%.

Diperkirakan ada sekitar 3.500 orang yang berada di jalan-jalan di Inggris setiap malam.

"Kita sebagai sesama manusia, memiliki kewajiban moral untuk membantu para tunawisma, terutama di musim dingin," kata Zaman. Pada malam hari suhu udara turun drastis di musim dingin, bisa sekitar nol atau satu derajat yang membuat alam terbuka menjadi 'siksaan yang luar biasa' bagi para tunawisma.

Itulah sebabnya pegiat seperti Zaman juga menyumbangkan pakaian hangat untuk mereka, yang tentu saja disambut dengan perasaan haru dan senang oleh tunawisma bernama Layva yang ditemui Zaman pada Sabtu (24/12) malam.

BACA JUGA : Juvetus Siap Mendatangkan Toni Kroos Ke Stadio Delle Alpi

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

2 komentar

komentar
26 Desember 2016 14.58 delete

Lha ini baru tauladan..
Moga2 Indo ketularan..
LANJUTKAN..!!!

Reply
avatar
26 Desember 2016 15.19 delete

diluar negeri aja umat beragama saling menghargai..Indonesia yang kata negara dengan beragam suku dan agama.masa tidak bisa saling toleransi.

Reply
avatar