Kapal Zahro Express Kebakaran berasal dari Bagian Mesin.


Macroberita.com, Jakarta - Impian Aldi Munaldi untuk berlibur bersama keluarganya ke Pulau Tidung berakhir tragis di perairan pulau Bidadari. Kapal ia tumpangi bersama kelurganya tersebut terbakar di perairan dekat Kepulauan Seribu.

Dia mengatakan, kapal terbakar Zahro Ekspres ini memiliki dua tingkat.Sekitar 20 menit berlayar, malapetaka itu terjadi.

Kronologi Aldi " Api berasal dari ruang mesin belakang. Tiba-tiba ada gumpalan asap hitam, Kita tidak bisa bernapas lagi. Dan lalu api menjadi membesar. Ada yang terjun duluan," ungkap Aldi di RS Atmajaya, Pluit, Jakarta Utara, Minggu (1/1/2016).

Menurut Aldi, orang pertama terjun kedalam air adalah petugas asli mesin kapal. Para penumpang yang melihat itu langsung mulai panik dan ketakutan serta ikut terjun ke laut.

"Panik, orang mulai menyelamatkan keluarga masing-masing. Orang-orang pada berteriak loncat, loncat!" kata dia sambil mengingat tragedi tersebut.

Para penumpang mulai terjun ke laut, sambung Aldi, sebagian ada mengenakan lifejacket. Namun ada juga yang tidak mengenakannya.

"Ada uang memakai pelampung kotak, ada yang pakai jaket. Waktu semua sudah turun, kita langsung berenang menjauh dari kapal, dan kapal langsung meledak," jelas dia.

Dalam peristiwa itu, semua keluarga Aldi dalam kondisi selamat. Hanya ibunya yang mengalami luka bakar. Istri dan dua adiknya juga selamat.

"Anak saya yang berumur setahun selamat, saya gendong," imbuh Aldi.

Kemampuan Aldi dalam berenang berhasil menyelamatkan ia dan anaknya, M Habibi, dari maut. Dirinya bahkan terombang ambing di lautan selama kurang lebih 20 menit setelah lompat dari kapal terbakar tersebut.

"Mau liburan, kok malah jadi begini. Kami sampai harus melawan ganasnya gelombang selama 20 menit di laut sebelum kapal nelayan dan kebersihan datang menolong," ujar Aldi sambil mengendong anaknya.(macroberita/poker)

BACA JUGA : Teror Di Malam Tahun Baru Menelan Korban

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »